.

.

Pages

Minggu, 12 Februari 2012

Ciuman Selamat Malam



Setiap Sore, saat aku datang bertugas sebagari perawat malam, Aku mnyusururi gang2 rumah jompo(perawatan), Berhenti disetiap pintu sambil mngamati. Sering kali tampak sebut saja Rina dan Rangga, Sering sekali duduk dengan album-album besar dipangkuan mereka dan memandangi foto didalmnya. Dengan bangga, Rina mnunjukan padaku foto dari tahun2 yg sudah lewat; Rangga Tinggi, brambut hitam dan Tampan; Rina Cantik, Berambut gelap, dan ramah dua sejoli muda itu tersenyum dalam album foto, Melalui musim demi musim dmasa lalu. Betapak eloknya mereka, duduk bersama, dari jendela menyinari kepala mereka yang putih, Wajah mereka yang keriput karena usia,trsenyum memandangi tahun-tahun penuh kenagan, yang terabadikan didalam album foto tersebut.

"Betapa sedikit orang muda tentang mencintai pikirku.
Betapa bodohnya bila mereka bisa memonopoli hal berharga seperti itu.
merekalah yang tahu apa arti dari menyintai,kita anak muda hanya bisa menerka-nerka."

ksekian x ny saat anggota staf menyantap makan malam merekaa, terkadang Rina dan Rangga, sambil bergandengan tangan berjalan pelan2 sambil melewati pintu kamar makn. lalu kami staf yang ada saat itu mmulai percakapanpun beralih ke diskusi tentang penyerahan diri dan tntang mereka.
dan apa yang akan terjadi seandainya dari mereka mati. kmai tahu Rangga cukup tegar,semntara rina sangat tergantung pdanya.

Bagaimana Keadaan Rina jika seandainya rangga meninggal lebih dulu? Kami sering mengkhawatirkan hal itu.

Saat-saat pergi tidur berjalan bagaikan sebuah upacara sakral. ketika kamimembawakan obat-obatan dimalm hari, Rina akan duduk dikursiny, dengan gaun malam dan sandal, menunggu kedatanganku.Dibawah pengawasan mataku dan rangga, Rina akan menelan pilny. Lalu dengan hati2 rangga membantunya branjak dari bangkunya menuju tmpat tidur, dan menylimuti tubuhnya yang rapuh dengan pela-pelan.

Memandang tindakan kasih semacam itu, Aku berfikir untuk yang beribu kalinya, " Ya tuhan mengapa rumah-rumah jompo ini tak memiliki tempat tidur ganda untuk pasangan yang sudah menikah? Sepanjang hidup mereka telah hidup bersama, tetapi dirumah jompo mereka harus tidur ditempat tidur sendirian. Sepanjang malam mereka direnggut dari dari sebuah rasa nyamanya kehidupan.

Betapa bodohnya kebijakan semacam itu, pikirku sewaktu mengamati rangga menggapai dan mematikan lampu diatas tempat tidur Rina. Kemudian dengan lembut ia akan membungkuk dan mereka saling berciuman dengan lembutnya.Rangga menepuk pipi Rina dan lalu mereka tersenyum.
ia akan menegakan Pembatas sisi tempat tidur kekasiny, dan lalu ia berbalik dan mengambil obat2anny sendiri. Sewaktu aku berjalan menuju lorong kamar, Aku dapat mendengar Rangga berkata"selamt malam Rina" dan Rina membals; "selamat malam Rangga" diantara ruang kosong didalam kamr yang memisahkan kedua tempat tidur mereka.

Aku mendapat cuti tugas dua hari. Ketiaka aku kembali berita yang kudengar ketika berjalan menuju pintu rumah jompo adalah"Rangga Meninggal kemarin pagi"
"Kenapa?"
("terkena serangan jantung yang hebat.terjadinya begitu cepat")
"bagamana Keadaan Rina??
("sangat terpukul dan murung.")

aku menuju kamar Rina.dia duduk dikursinya, tak bergerak, dengan tangan dipangkuannya, memebelalak sambil meraih tangannya dan mendekapnya, Aku berkata:
" Rina ini aku Ely"
Matanya tak bergerak;ia hanya membelalak. aku menaruh tanganku dibawah dagunya dan berlahan mengalihkan kepalany sehingga melihatku.
"Rina aku baru saja tau tentang Rangga" Aku ikut berduka"
Mendengar kata "Rangga" matanya kembali hidup. Dia memandangku, penuh rasa heran, seakan-akan takjub bagaimna aku bisa mendadak muncul." Rina ini aku elly"aku ikut sedih mengenai rangga"

kesadarn dan kenagan membanjari wajahnya. air mata mengaliri pipinya yang kriput. "Rangga telah pergi Bisiknya"
"aku tau.."kataku'Aku tau."
kami memanjakan Rina tuk sementara, memberi perhatian khusus. kemudian secara berlahan kami staf memperlakukan dia keprogam semula. sering kali,ketika aku melewati kamarnya, aku memperhatikan Rina duduk dikursiny, memangku buku albumnya, memandang foto2 rangga dengan sedih.

Saat tidur merupakan bagian terburuk dari seluruh hari dan waktu
meskipun dia telah mendapatkan izin sesuai permintaanya, pindah dari tempat tidurnya ketempat tidur rangga, dan walupun para staf mengajaknya ngobrol dan tertawa menyertai dia melewati menuju malam, Rina tetap diam dan menarik diri dalam kesedihan
Saat melewati kamarnya setelah sejam dia dibawa masuk, aku menemukan dia masih terjga meandang kelangit-langit.

Berapa pekan telah berlalu, dan saat tidur tak menjadi lebih baik. Rina tampaknya kurang istirahat, sangat tak nyaman. Mengapa? aku bertanya mengapa saat itu terasa sangat lain dari sekian jam lainnya.?

kemudian suatu malam,ketika aku berjalan menuju kamarnya dan melihat Rina seperti biasanya., aku spontan bertanya" Rina apakah kau merindukan ciuman Selamat malammu? sambil membungkuk aku mencium pipinya yang keriput.

Aku seaka-akan membuka pintu air.Air mata mengucur diwajahnya, Tangannya menggengam tanganku"Rangga selalu memberikan ciuman perpisahan" Ratapnya
"aku tau,Bisikku"
ia berkata:"aku begitu merindukannya, Bertahun-tahun ia selalu memberikan ciuman selamat malam"
Dia mendongak kepadaku,Air matanya menyinarkan Ucapan terima kasih"Terima ksih karna telah memberiku ciuman "

Seluas senyum tipis muncul disudut mulut Rina."kamu Tau"katanya penuh keyakinan"Rangga biasanya menyayikan sebuah lagu untuku
"Masa?"
"Ya'" kepalanya yang penuh uban mengangguk"dan pada saat akau terbaring pada malam hari ditemapat ini aku mengenangnya"
"Dia menyanyikan lagu apa?" tanyaku"
Rina tersenyum, meraih tanganku, kemudian suaranya yang lemah oleh usia tetapi masih merdu,terdengar dalam alunan lembut;

"Maka ciumlah aku,manisku,dan biarkan kita terpisah.
Dan ketika aku terlalu tua untuk bermimpi,
Ciuman itu akan hidup didalam hatiku".

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

tv